Selasa, 25 Oktober 2011

Pasal tentang Junub dan yang Selainnya

[فَصْلٌ الْجُنُبُ وَغَيْرُهُ]
Pasal tentang Junub dan yang Selainnya
(قَالَ الشَّافِعِيُّ - رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى -) : أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ - رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا - «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - كَانَ يَغْتَسِلُ مِنْ الْقَدَحِ، وَهُوَ الْفَرَق وَكُنْت أَغْتَسِلُ أَنَا وَهُوَ مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ»
Imam asy-Syafi’i rahimahullahu ta’ala berkata: telah mengabarkan kepada kami Sufyan, dari az-Zuhri, dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dari baskom, yaitu satu faraq[1], dan adalah aku mandi, aku dan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu wadah yang sama. (HR. Muslim dalam Shahih-nya (1/255 nomor 319/41))[2]
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إنَّ الرِّجَالَ، وَالنِّسَاءَ كَانُوا يَتَوَضَّئُونَ فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – جَمِيعًا
Telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar bahwasanya dia berkata: Pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, laki – laki dan perempuan berwudlu bersama – sama. (HR. Bukhari dalam Shahih-nya (nomor 193)[3], HR. An-Nasa’i dalam Sunan-nya (Nomor 71)[4])
أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ «كُنْت أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ»
Telah mengabarkan kepada kami Malik dari Hisyam bin ‘Urwah dari ayahnya dari ‘Aisyah dia berkata: Adalah aku mandi, aku dan Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu wadah yang sama. (HR. Bukhari dalam Shahih-nya (1/433 nomor 250), HR. Muslim dalam Shahih-nya (1/255 nomor 319))[5]
أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي الشَّعْثَاءِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ «عَنْ مَيْمُونَةَ أَنَّهَا كَانَتْ تَغْتَسِلُ هِيَ وَالنَّبِيُّ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ»
Telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyaynah dari ‘Amri bin Diinar dari Abi asy-Sya’tsai dari Ibnu ‘Abbas dari Maimunah bahwasanya dia mandi bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu wadah yang sama. (HR. Bukhari dalam Shahih-nya (1/436 nomor 253), HR. Muslim dalam Shahih-nya (1/257 nomor 322))[6]
أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ «عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْت أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ فَرُبَّمَا قُلْت لَهُ أَبْقِ لِي أَبْقِ لِي»
Telah mengabarkan kepada kami Sufyan Ibnu ‘Uyaynah dari ‘Ashim dari Mu’adzah al-‘Adawiyyah dari Aisyah dia berkata: adalah aku mandi, aku dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu wadah maka kadang - kadang aku berkata kepadanya, sisakan untukku, sisakan untukku. (HR. Asy-Syafi’i dalam Musnad-nya (nomor 107)[7], HR. Ahmad dalam Musnad-nya (nomor 24599))[8]
(قَالَ الشَّافِعِيُّ) رُوِيَ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ الْقَاسِمِ «عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْت أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ الْجَنَابَةِ»
Imam asy-Syafi’i berkata: diriwayatkan dari Salim Abi an-Nadhr dari al-Qasim dari ‘Aisyah dia berkata, aku mandi, aku dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu wadah karena junub. (HR. Bukhari dalam Shahih-nya (1/61 nomor 263))[9]
(قَالَ الشَّافِعِيُّ) : وَبِهَذَا نَأْخُذُ فَلَا بَأْسَ أَنْ يَغْتَسِلَ بِفَضْلِ الْجُنُبِ، وَالْحَائِضِ؛ لِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - اغْتَسَلَ وَعَائِشَةَ مِنْ إنَاءٍ وَاحِدٍ مِنْ الْجَنَابَةِ فَكُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا يَغْتَسِلُ بِفَضْلِ صَاحِبِهِ، وَلَيْسَتْ الْحَيْضَةُ فِي الْيَدِ وَلَيْسَ يَنْجُسُ الْمُؤْمِنُ إنَّمَا هُوَ تَعَبُّدٌ بِأَنْ يُمَاسَّ الْمَاءَ فِي بَعْضِ حَالَتِهِ دُونَ بَعْضٍ.
Imam asy-Syafi’i berkata: dan dengan ini kami mengambil bahwa tidak mengapa mandi dari sisa orang junub dan haid. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan ‘Aisyah dari satu wadah karena junub, maka setiap salah satunya mandi dari sisa yang lainnya. Dan tidaklah haid itu di dalam tangan dan tidak pula najis orang yang mukmin. Sesungguhnya hal itu (mandi) adalah ibadah dengan menyentuh air dalam sebagian hal, dan tanpa menyentuh air pada sebagian hal yang lain.


[1] Dalam kelanjutan hadits tersebut disebutkan oleh Sufyan bahwa satu faraq itu setara dengan 3 sha’.
[2] Ibnu Mulaqqin, al-Badr al-Munir, Jilid 2 (Riyadh: Dar al-Hijrah, 1425 H), h. 596.
[3] Al-Bukhari, Shahih Bukhari, Jilid 1 (Dar Thawq an-Najah, 1422 H), h. 50. (dikutip dari maktabah syamilah versi resmi 1)
[4] An-Nasa’i, Sunan Nasa’i, Jilid 1 (Maktabah Mathbuat al-Islamiyah, 1406 H), h. 57. (dikutip dari maktabah syamilah versi resmi 1)
[5] Ibnu Mulaqqin, al-Badr al-Munir, Jilid 2 (Riyadh: Dar al-Hijrah, 1425 H), h. 564.
[6] Ibid., h. 564.
[7] Asy-Syafi’i, Musnad Syafi’i, Jilid 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Alamiyah, 1400 H), h. 9.(dikutip dari maktabah syamilah versi resmi 1)
[8] Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad, Jilid 41 (Muassasah ar-Risalah, 1421 H), h. 147.(dikutip dari maktabah syamilah versi resmi 1)
[9] Al-Bukhari, Shahih Bukhari, Jilid 1 (Dar Thawq an-Najah, 1422 H), h. 61. (dikutip dari maktabah syamilah versi resmi 1)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar